Dua

Dear Tuan,
Masih terekam dengan jelas di kepala saya pertemuan kita di bandara Soekarno-Hatta untuk kembali ke Jogja bersama-sama. Saat itu kamu tiba lebih dulu dari Bogor dan menunggu saya yang berangkat dari Lampung, duduk di sana, di kursi-kursi di depan sebuah restoran cepat saji tenggelam dalam ramainya penumpang arus balik lebaran 2008.

Ketika saya berdiri di sana, tepat di hadapanmu, tahukah kamu perasaan saya tidak karuan? Perasaan senang karena akhirnya kita bertemu lagi dan gemetar karena pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kita setelah percakapan bersejarah di messenger beberapa hari sebelumnya. Kedua perasaan itu bercampur aduk dalam perut saya, ya, sama seperti apa yang dikatakan banyak orang, “Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutmu…

Hari ini, 5 Oktober 2010, tepat dua tahun setelah pertemuan itu. Dua tahun yang telah terisi dengan cerita-cerita yang sudah kita rangkai. Tawa dan tangis, bahagia dan sedih, semuanya ada dalam cerita-cerita itu. Entah sudah berapa jauh jarak yang kita jalani bersama mengunjungi berbagai macam tempat, berapa puluh film yang kita tonton, berapa banyak waktu yang kita habiskan ngobrol di telpon genggam, dan juga kesabaranmu yang tak terhingga yang tak pernah ada habisnya menghadapi saya.

Saya ingin berterimakasih untuk semua yang telah kamu berikan selama dua tahun ini, Tuan. Masih banyak lagi cerita yang harus kita rangkai untuk mengantarkan kita tidur, bukan? :)

I love you, dear. I do love you…

-Nyonya-

Tak Peduli

Maaf jika saya lagi-lagi membuatmu khawatir setelah kejadian kereta ekonomi waktu itu. Semuanya terlintas begitu saja di kepala saya, Tuan. Tak peduli saya bisa mendapatkan tiket atak tidak, tak peduli saya harus menunggu lama sampai kamu tiba di kota itu, tak peduli apa yang saya takutkan bisa saja sewaktu-waktu terjadi, tak peduli hanya 13 jam saya ada di kota itu, saya akan mengusahakannya. Selama saya bisa menangis di pelukanmu dan meluruhkan semua sedih yang ada, rasanya lebih baik, jauh lebih baik.

Seperti apa yang selalu kamu bilang, “Setidaknya kita sudah mencoba sebisa kita…:)

Thanks for the lovely Saturday night and also the beautiful Sunday, Dear