Going Home

I’m staring out into the night,
Trying to hide the pain.
I’m going to the place where love
And feeling good don’t ever cost a thing.
And the pain you feel’s a different kind of pain.

Well I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old,
So I’m going home.
Well I’m going home.

The miles are getting longer, it seems,
The closer I get to you.
I’ve not always been the best man or friend for you.
But your love remains true.
And I don’t know why.
You always seem to give me another try.

So I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old,

Be careful what you wish for,
‘Cause you just might get it all.
You just might get it all,
And then some you don’t want.
Be careful what you wish for,
‘Cause you just might get it all.
You just might get it all, yeah.

Oh, well I’m going home,
Back to the place where I belong,
And where your love has always been enough for me.
I’m not running from.
No, I think you got me all wrong.
I don’t regret this life I chose for me.
But these places and these faces are getting old.
I said these places and these faces are getting old,
So I’m going home.
I’m going home.

~ Daughtry-Home ~


I’m home. But, I wish I could “go home”…

Dua

Dear Tuan,
Masih terekam dengan jelas di kepala saya pertemuan kita di bandara Soekarno-Hatta untuk kembali ke Jogja bersama-sama. Saat itu kamu tiba lebih dulu dari Bogor dan menunggu saya yang berangkat dari Lampung, duduk di sana, di kursi-kursi di depan sebuah restoran cepat saji tenggelam dalam ramainya penumpang arus balik lebaran 2008.

Ketika saya berdiri di sana, tepat di hadapanmu, tahukah kamu perasaan saya tidak karuan? Perasaan senang karena akhirnya kita bertemu lagi dan gemetar karena pertemuan itu merupakan pertemuan pertama kita setelah percakapan bersejarah di messenger beberapa hari sebelumnya. Kedua perasaan itu bercampur aduk dalam perut saya, ya, sama seperti apa yang dikatakan banyak orang, “Seperti ada ribuan kupu-kupu yang menggelitik perutmu…

Hari ini, 5 Oktober 2010, tepat dua tahun setelah pertemuan itu. Dua tahun yang telah terisi dengan cerita-cerita yang sudah kita rangkai. Tawa dan tangis, bahagia dan sedih, semuanya ada dalam cerita-cerita itu. Entah sudah berapa jauh jarak yang kita jalani bersama mengunjungi berbagai macam tempat, berapa puluh film yang kita tonton, berapa banyak waktu yang kita habiskan ngobrol di telpon genggam, dan juga kesabaranmu yang tak terhingga yang tak pernah ada habisnya menghadapi saya.

Saya ingin berterimakasih untuk semua yang telah kamu berikan selama dua tahun ini, Tuan. Masih banyak lagi cerita yang harus kita rangkai untuk mengantarkan kita tidur, bukan? :)

I love you, dear. I do love you…

-Nyonya-