Akhir Pekan yang Lalu

Postingan yang tertunda. Akhir pekan lalu saya jalan-jalan!!! Walaupun hanya 3 hari, tapi cukup berarti buat saya. Dari sekian banyak foto yang ada, akhirnya saya memilih foto-foto ini untuk mewakili cerita jalan-jalan saya kemarin.

Hari pertama. Sabtu, 22 November 2008

Saya menghadiri Pesta Blogger 2008. Saya senang. Sangat senang. Saya bertemu dengan orang-orang yang selama ini hanya saya baca blog-nya, bertemu di Plurk, YM dan facebook.

Si Bungsu di pesta blogger 2008

Tuan dan Nyonya di Pesta Blogger 2008

bersama white chocolate

bersama Simbok Venus dan salah satu precilnya

Anthony Bianco, Zam, Saya, Mr. Brown, Momon

Iman Brotoseno, Dita, Ndoro Kakung, Saya, Nico, Manongan

rame bener yakk!?

Bicara tentang PB08, tak lupa saya mengucapkan SELAMAT untuk Cah Andong yang telah menerima Award “Blogging for Society”. Saya yakin award itu memang pantas diberikan untuk mereka. Ada dan tidak ada award itu, Cah Andong akan tetap melakukan society sebagai wujud kebersamaan. Bravo Cah Andong!!!

Cah Andong

Hari kedua. Minggu, 23 November 2008

Bogor!!! Sabtu malam, saya dan Tuan langsung menuju kota hujan itu, setelah sebelumnya kami bersenda gurau bersama teman-teman blogger di wetiga, angkringan milik juragan Gembul. Saya sempatkan ke gereja dulu hari itu bersama keluarga Tuan. Senangnya berada di rumah keluarga besar Tuan. Di rumah itu saya serasa ada di Medan, bukan di Bogor :D Setelah dari gereja, kami pulang, lalu bergegas untuk mencari makan siang. Tujuan selanjutnya adalah rumah bapak kesayangan. Saya sudah berjanji berkunjung untuk bertemu anak-anaknya, Si besar dan Si kecil. Sesiang itu saya hanya menumpang tidur dan makan asinan di sana. Malamnya kami melanjutkan ke DBC untuk makan Frittata (spaghetti bakar) dan coklat. Sepulang dari DBC, saya dan Tuan berkeliling kota Bogor dengan angkot, dan sempat juga ke pasar Bogor.

Tika, Ibu, Bapak, saya, Tuan, Adri

Saya, Adri, dan Ghilman

Pasar Bogor di malam hari

Hari ketiga. Senin, 24 November 2008

Setelah membujuk Nauli untuk bolos sekolah, kami berangkat ke The Jungle pagi itu. Saya dan nauli bersenang-senang, sementara Tuan sibuk memotreti kami yang riwil-riwil ini.

Hari terakhir jalan-jalan itu saya tutup dengan makan siang di Ayam geprek bersama Tuan, Bapak kesayangan dan Nauli.

Jam setengah 6 sore saya dan Tuan beranjak ke Gambir menggunakan kereta Pakuan.

Dan akhirnya, jam 20.00 Argolawu mengantarkan kami berdua kembali ke Jogja dengan selamat.

sama Nauli di The Jungle

Tuan di kereta Pakuan dengan tentengan yang seabreg-abreg

Saya yang ndesit baru pertama kali naik kereta Pakuan

Menuju Jogja dan kelaparan :D

-Sekian-

Tepat di 22 tahun ini…

26 November 2008-Sekar Kedathon

26 November 2008-Sekar Kedathon

Sebelum 26 November 2008 ini berakhir, izinkan saya, Novita Kristiana Hutabarat mengucapkan,

Terimakasih Bapa, satu tahun lagi telah Engkau berikan untuk perempuan yang beranjak dewasa ini.
Terimakasih Pa… Terimakasih Ma… Untuk semua cinta yang selalu kalian berikan.
Terimakasih Kak, Utet tahu kakak tersenyum melihat Utet di sini.
Terimakasih Sayang, untuk cinta, kesungguhan hati, dan janji itu :) Kamu adalah hadiah paling indah yang  diberikan oleh Bapa.
Terimakasih Bapak, untuk “Selamat ulang tahun anakku sayang…”
Terimakasih teman dan sahabat, yang sudah rela menunda tidur hanya untuk mengucapkan selamat di tengah malam. Dan juga yang bangun pagi-pagi, sekedar bilang “Met ulang tahun…” atau “Tambah tua lo!!” lewat milis, plurk, facebook, friendster, YM, SMS, telpon atau mengucapkan langsung.

Bahagia bisa memiliki kalian semua di sekeliling saya…

Terimakasih. Terimakasih semua…
Utet sayang kalian…

Buku Merah Jambu

Niat untuk tidur lebih awal rupanya harus disingkirkan lagi ketika saya menemukan satu buku dengan cover merah jambu yang terhimpit di antara beberapa fotokopian buku materi kuliah. Ada prosa dan beberapa tulisan pendek di sana, memang tak banyak, tapi cukup membuat saya teringat pada peristiwa-peristiwa lalu yang diceritakan pada prosa-prosa tersebut. Saya tergelak membaca tulisan-tulisan itu. Saya merasa cupu karena telah menulisnya.

Saya melihat tanggal di prosa pertama, 14 Agustus 2003, dan tanggal pada prosa terakhir, 1 Agustus 2006. Dalam tiga tahun, hanya ada 24 prosa dan tulisan pendek. Ternyata saya hanya penulis abal-abal yang timbul tenggelam kala itu. Dan semua prosa itu hanya berisi curhat-curhat yang tak jelas rimbanya. Sudah 2 tahun rupanya buku ini terselip. Atau saya sengaja menyelipkannya? Entahlah, saya lupa. Saat ini saya tidak ingin peristiwa-peristiwa lalu yang ada di prosa tersebut saya ingat dan bahas kembali. Saya hanya ingin membagi beberapa tulisan yang ada di sana, yang menurut saya laik untuk saya bagi.

29 Oktober 2003
Aku teringat satu masa
Ketika waktu mempertemukan kita
Dengan segala kelemahan yang ada
Aku malu untuk bertatap lebih dekat

Kini
saat pintu hati mulai tertutup
Saat rasa mulai surut
Aku tetap bertahan pada pijakanku
Dan memaksa untuk tetap bisa berdiri tegap
Di sini
Sendiri
Dengan hati tak berpenghuni

26 November 2004
Dia bilang, “Ketika 17 jadi yang termanis… Maka 18 adalah titik cerah dari pencarian…”
Aku bilang, “Tapi, adakah 17 yang termanis buatku? 17, di mana lebih sering terjadi kondisi yang luluh lantak.. 18, akan kunanti…”

8 Desember 2004
Sepertinya ini bukan sebuah ketidakpercayaan, tetapi hanya sikap segan untuk berkata dan cenderung menyimpan sendiri apa yang dirasa. Mungkin ini suatu tindakan bodoh untuk merasa sendiri di saat membutuhkan sandaran dan tubuh untuk kupeluk. Tapi, sudahlah… Sesalpun takkan pernah mengembalikan masa itu, toh aku yang memilih untuk sendiri…

29 Desember 2004
Sungguh menjemukan bila harus diam atau marah. Sepertinya kata ‘terserah’ sudah terlalu banyak keluar dari mulutku. Sepertinya aku mulai egois, dan seakan-akan aku tidak perduli dengan kondisi hati yang ada, atau mungkin caraku yang salah dengan diam dan menyimpan sendiri sedihku… Tapi, sungguh… Aku sangat peduli! Bahkan terlalu peduli, sampai-sampai aku takut kehilangan beraja yang sudah tinggal diam di hatiku…

28 Mei 2005
Rasanya mau lari saja.
Pergi jauh-jauh tanpa ada yang tahu.
Apakah mungkin jika sendiri merasa lebih baik?
Mengalah atau kalahkah?

17 April 2006
Stupid girl!!!
Jauh…

I’m a Yellow Fawn

Seperti biasa melalui google reader saya mengikuti perkembangan blog teman-teman setiap harinya. Grace Samboh, adalah salah satu teman yang senantiasa saya baca blog-nya. Kemarin saya berkunjung di blog-nya lagi, dan saya menemukan situs yang menunjukkan siapa atau bagaimana dirimu yang sesungguhnya menurut nama dan tanggal lahirmu. Saya telah mencobanya, dan inilah hasil yang saya dapatkan,

You are Yellow Fawn, who tend to be idyllic, not pretentious, and seem to give an impression of a tomboy, and someone who hates to lose.
Nevertheless, you are a woman with gentle heart and rather old fashioned ways of thinking.
You enjoy having life with atmosphere, and shows consideration and care for others.
But you can be very fussy about your preferences.
You dislike anything that is dishonest, and have passion and cuteness.
Your weakness is that you can be bit selfish at times.
You are honest hard working person.
Relationships that you feel safe tend to be restricted, and therefore, you are easily influenced by people and situation around you.
You can not easily adapt to changes.
You think high of morality.
You are easily moved by tears, and are honest and sentimental sort of person.
You tend to restrict your self with your cautiousness, and this may result in isolation.
You tend to be difficult to get to know, and will require time to become friend with.
Nevertheless, once your character is understood, you will be able to keep a long and steady friendship.
If you keep doing favors for those people who always ask you, you may lose your good fortune.
So, be careful.
You are not a housewife type of person, but you can be dependent on your husband.

Dan saya setuju dengan apa yang Grace bilang bahwa hasil ini 90% akurat, bahkan menurut saya 99%. Bagaimana dengan kamu?