Di hari blogger kemarin…

Untuk semua blogger di Indonesia, apa yang kamu lakukan di hari blogger nasional? Apakah kalian telah post di blog kalian masing-masing?? Kemarin adalah hari blogger nasional, dan saya belum punya bahan untuk posting apa-apa di blog saya sampai kemarin pagi. Jadwal akhir minggu yang padat menjadi alasan untuk tidak post beberapa hari ini *basi banget nih alesan* dan ditambah lagi kepanikan kecil karena Tuan dan saya yang susul menyusul tidak enak badan.

Bersama jelata-jelata Cah Andong, sayapun tak lepas dari euphoria hari blogger. Kami membuat sebuah blog yang sedianya kami isi dengan berbagai tokoh yang kami temui di Jogja. Siapapun orangnya, apapun profesinya, dan bagaimana liku hidupnya, akan kami bagi untuk kalian semua. Blog yang diharapkan dapat terus di-update ini baru saja diluncurkan bersamaan dengan syukuran hari blogger yang diselenggarakan oleh Cah Andong di Angkringan Yayasan Umar Kayam, Jogja semalam. Satu postingan telah saya sumbangkan disana, dan saya berharap urusan perkuliahan akan memberikan waktu luang untuk membiarkan saya menemukan tokoh lain sehingga saya dapat menyumbangkan lebih banyak tulisan disana *ngarep-mode-on*. Ayo semuanya, mari menulis… (rock)

Selamat Hari Blogger, teman…

Reason for Love…

Aku sedang berjalan
Menyusuri relung di hatimu
Aku sedang mencari
Sesuatu di balik matamu
Yang mampu membuatku terpesona
Yang mampu membuatku terpesona

Apakah dirimu yang mampu
Membuat hatiku bagai melayang di awan
Dan apakah dirimu yang mampu membuat hatiku bagai
terpanah asmara
Dan ku yakin itulah cinta
Kuyakin itulah asmara

Aku sedang berjalan
Mengikuti kata hatiku
Aku sedang mencari rahasia di balik matamu
Yang mampu membuatku terpesona
Yang mampu membuatku terpesona

Kuserasa di surga
Dan hati berbunga-bunga

Stay with me, Dear

Mbilung *yang* ndobos

Pelukan hangat di bandara hari minggu kemarin membuat air mata saya menggantung di pinggiran mata. Akhirnya, bisa juga saya menahan diri untuk tidak cengeng. Senang sekali bisa ada di pelukan yang memang sengaja saya minta sebagai ucapan terimakasih dan sayang saya kepadanya.

Sebelum 5 September 2008 saya tidak pernah mengenal Beliau, bermimpi akan bertemu seseorang seperti sosoknya pun tidak pernah terlintas di kepala saya. Jum’at pertama di bulan September 2008 itu merupakan malam kedua saya berkumpul dengan jelata, malam yang penuh tawa. Pertemuan pertama dengannya itu berisi obrolan yang penuh dengan guyon, karena kami mencoba menggoda funkshit, salah satu jelata yang menurut kami merupakan jelata terlucu, dan menjadi ikon tersendiri bagi Cah Andong. Setelah pulang dari juminten, saya berusaha untuk mencari tahu tentang Beliau melalui Wiki Cah Andong dan sayapun wara-wiri membaca blognya. Ada rasa penasaran yang lebih malam itu, rasanya saya ingin selalu berbincang dengannya, sekalipun hanya obrolan tak jelas yang hanya akan mengundang tawa.

Saya mencoba memulai komunikasi melalui Yahoo Messenger setelah saya mendapatkan ID-nya dari ketua kelas. Saat itu saya tidak berharap banyak Beliau akan membalas sapaan saya, karena saya pikir siapa saya yang baru saja dikenalnya beberapa hari dan mencoba-coba untuk mengajaknya berbincang. Tapi tak disangka, Beliau mau membalas pertanyaan-pertanyaan dan obrolan-obrolan tak penting dari anak manja ini. Beliau pernah bilang, “Obrolan ga penting itu perlu Utet, untuk menghilangkan penat hati dan otak…” Semenjak itu, hampir setiap hari kami bertemu di layar kaca ini, dan apapun topiknya selalu Beliau tanggapi, dan saya pun menjadi pasiennya. Beliau selalu menyediakan kedua telinganya untuk mendengarkan siapapun dan tentang apapun. Itulah mengapa banyak yang bilang, beliau merupakan pribadi yang menyenangkan.

Saya masih ingat ketika saya melemparkan guyon “Wis, wayahe Pakdhe..” pada saat Beliau memijat-mijat kepala karena migrain yang mengganggunya. Seharusnya saya tidak pantas mengatakannya kepada Beliau, ditambah lagi saya belum kenal lama, tidak sopan sekali rasanya. Namun, Beliau menanggapinya dengan guyonan-guyonan lain yang membuat jelata lainnya tertawa, dan membuat juminten menjadi lebih semarak. Sejujurnya, terkadang saya tidak suka melihat beliau kurang tidur, karena menurut saya hal itu yang menyebabkannya sering migrain. Dan lagi, saya sungguh tidak tega kalau harus melihatnya meringis kesakitan. Tapi apa mau dikata, Beliau ini keras kepala alias ‘ngeyel’ kalau disuruh tidur yang cukup, malahan bisa lebih riwil dibandingkan saya yang menurutnya saja sudah riwil.

Hal lain lagi yang saya ingat adalah ketika dia memanggil saya “jahanam”. Beliau memanggil demikian karena menurutnya saya berusaha menggodanya untuk batal puasa, meskipun hanya lewat Yahoo messenger. Padahal tanpa saya mengajakpun, saya yakin hari itu Beliau takkan menunaikan puasanya *lagi*. Satu hal yang tidak akan pernah saya lupakan adalah, ketika pertama kali memanggil saya ‘cupcake’, selain itu Beliau juga memanggil saya dengan ‘pumpkin’. Kedua kata itu bermakna “a beloved girl or woman”, itu yang saya dapatkan dalam kamus. Saya terdiam, terharu dan merasa istimewa saat itu *bahkan sampai sekarang*, karena dia mau memanggil saya dengan kedua nama istimewa itu.

Banyak sekali cerita yang sudah ada dalam waktu hampir dua bulan ini, dan semuanya tak mungkin habis saya ceritakan hanya dalam satu postingan ini. Dalam hampir dua bulan saja sudah begitu banyak cerita yang saya punya bersamanya, apalagi kalau sampai mati saya bisa mengenal Beliau??

Terimakasih untuk kedua telinga yang selalu tersedia untuk anakmu yang satu ini, Pakdhe

Saya berharap bisa selalu mengenal wajah yang mengipuk itu…

Rumah baru Si Bungsu

Setelah merencanakan, menimbang-nimbang, dan bertanya sana-sini, akhirnya saya memutuskan juga berpindah ke rumah baru nan cantik yang dibuat dengan penuh cinta ini. Dengan bantuan sepenuhnya dari Tuan, sayapun bisa menempatinya sekarang. Meski pekerjaannya bertumpuk, ia masih menyisakan waktu untuk mengutak-atik rumah ini, ditambah lagi harus mendengarkan celotehan saya yang tak henti-henti. Saya pikir, ucapan terimakasih tidak akan pernah cukup untuk menggantikan ini semua.

Entah sudah berapa orang saja yang saya ganggu waktunya hanya untuk menanyakan perihal nama rumah ini, terutama Tuan. Tadinya saya ingin menggunakan kata ‘cupcake’, karena saya sangat suka kata itu, tapi karena sudah ada yang memakainya, Tuan menyarankan untuk menggunakan nama lain. Namun saya bersikeras dengan nama itu, saya bilang padanya, “Apa sajalah, yang penting ada ‘cupcake’-nya…”. Dia cuma berkomentar, “Maksa…”. Diapun menyarankan beberapa nama, namun tetap saja belum sreg di hati. Sampai akhirnya di satu malam saya sampai di titik menyerah kalah, dan sayapun memilih nickname di plurk untuk menjadi domain saya. Tak disangka, Tuan dan Pakdhe menyukainya, mereka bilang nama itu pas untuk menggambarkan diri saya. Dan malam itu juga resmilah saya menggunakan nama itu sebagai domain saya.

Tadinya saya ingin memindahkan seluruh harta yang ada di rumah lama, tapi setelah dipikir kembali rasanya tak perlulah saya memindahkannya, karena saya akan memulai lagi mengumpulkan harta-harta saya itu dari awal. Dan saya berharap bisa lebih banyak dibandingkan harta yang ada di rumah lama itu.

Masih sama konsepnya seperti rumah lama, “bakul curhat dan berbagi rasa”. Saya masih menggunakan konsep ini karena saya masih tetap ingin ‘didengarkan’ dan ‘mendengarkan’ melalui tulisan saya. Saya memang tak pandai menulis laiknya jurnalis-jurnalis, atau blogger yang sudah membahana namanya di ranah blog. Tapi, cukuplah bagi saya menulis untuk berbagi cerita, bersama kalian semua…

Thank’s a lot, Dear

Untuk semuanya, terutama untuk janji itu… *hugs*

Thank’s a lot, Pakdhe

Mau menjadi sahabat sekaligus bapak kedua buat saya…

Thank’s a lot, Guys

Untuk tetap membuat saya menjadi bagian dari kalian dan memacu semangat menulis…